Manajemen Rumah Sakit Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi Asean Tahun 2015

Era globalisasi telah menciptakan tantangan bagi semua jenis industri untuk berkompetisi, termasuk industri dibidang layanan kesehatan. Seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat maka kebutuhan akan layanan kesehatan yang prima semakin meningkat, ini mendorong  tumbuhnya rumah sakit baru dengan pesat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Layanan kesehatan sudah menjadi industri yang menguntungkan dan menarik investor untuk menanamkan modalnya. Pertumbuhan rumah sakit ini menimbulkan   kompetisi (competition) yang semakin ketat dan pelanggan (customer) semakin mempunyai  pilihan yang selektif, dan ini merupakan tantangan yang akan mempengaruhi keberlanjutan organisasi.Tantangan seperti ini menghadapkan para pelaku pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit baik pihak pemerintah maupun swasta pada dua pilihan, yaitu masuk dalam arena kompetisi dengan melakukan perubahan dan perbaikan atau keluar arena kompetisi tanpa dibebani perubahan dan perbaikan. Oleh karena itu diperlukan alternatif strategi bersaing yang tepat agar rumah sakit mampu bersaing dengan kompetitor lainnya. Kondisi lingkungan usaha demikian mengharuskan  rumahsakit meningkatan kualitas dan mutu layanan agar  tetap sukses, baik ditingkat operasional, manajerial maupun strategi.

Dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia maka tuntutan layanan kesehatan menjadi semakin tinggi yang mendorong tumbuhnya rumah sakit swasta dan menjadikan sektor layanan kesehatan menjadi industri yang berorientasi profit dan harus bersaing dengan ketat. Data lain menunjukan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia khususnya kelas menengah keatas belum puas dengan qualitas dan layanan yang diberikan rumah sakit. Hal ini terlihat dari  tahun ketahun jumlah pasien yang berobat ke luarnegeri khususnya Singapura, Penang  Malaysia semakin meningkat. Kualitas layanan tidak terlepas dari kinerja Tenaga dokter spesialis, sarana dan prasarana peralatan medis dan tenaga kerja pendukungnya serta sistem kerja yang harus dikelola secara efektif dan efisien untuk memenangi persaingan. Dengan berlakunya era Masyarakat Ekonomi Asean mulai th 2015 maka kompetisi makin terbuka yang menjadi tantangan pengelola rumah sakit di Indonesia.  

Apakah kita siap menghadapi persaingan di era MEA ?

Untuk menjawab pertanyaan ini tidaklah mudah. Pemerintah telah berusaha meningkatkan kinerja rumahsakit dengan  menerapkan standar agar rumah sakit meningkatkan layanannya dengan melakukan akreditasi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit ( KARS) yang mengacu standar pelayanan intenasional JCI ( Joint Commision International). Sebagian Rumah sakit telah berusaha meningkatkan layanannya dengan menerapkan  ISO 9000, Balanced scorecard dan   sistem manajemen mutu lainnya  untuk perbaikan qualitas layanan.

Bagaimana memastikan usaha  perbaikan kinerja ini berhasil ?

Salah satu methode yang sudah terbukti dan digunakan oleh ribuan organisasi diberbagai negara adalah menggunakan Baldrige Excellence Framework  yang diciptakan dan dikelola oleh NIST ( National Institute standard & Technology) USA. Methode ini telah terbukti mampu membantu ribuan organisasi di Amerika Serikat dan di seluruh dunia untuk meningkatkan kinerja dan daya saingnya.

Baldrige Excellence Framework merupakan assessment & improvement tool  bagi Pimpinan organisasi untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan daya saing dengan menindak lanjuti Strength dan Opportunity For Improvement ( OFI) yang merupakan laporan Umpan Balik ( feedback report) hasil assesmen. Baldrige Excellence Framework  merupakan sistim manajemen kinerja  yang secara holistic melihat sistem manajemen kinerja organisasi yang telah menggunakan berbagai macam sistem manajemen kinerja. Baldrige Excellence Framework mengajukan pertanyaan secara mendalam tentang bagaimana organisasi beroperasi dan mencapai hasil agar berkinerja tinggi yang berkelanjutan. Baldrige Excellence framework akan membantu Pimpinan organisasi berpikir dan bertindak secara strategis dan menyelaraskan tenaga kerja , proses, dan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Baldrige framework melihat sistem manajemen kinerja organisasi di tujuh kategori yaitu : Leadership, Strategic planning , Customer focus, Measurement analysis and Knowledge Management , Workforce focus, Operation focus dan Result. Dengan penekanan pada umpan balik dan sistem berbasis pengetahuan berdasarkan fakta maka organisasi rumah sakit mampu  meningkatkan kinerja dan daya saingnya.

Dengan penerapan Baldrige Excellence Framework  secara konsisten dan berkelanjutan Pimpinan rumah sakit akan mampu memenuhi standar internasional JCI dan mendorong rumah sakit mampu bersaing di era persaingan bebas MEA th 2015.-

Jakarta,  Januari 2015

Ir.Priyadi,MBA  -  IQA Foundation

 

Kontak

Sekretariat IQA Foundation
Jl. Radio IV. No.5, Keramat Pela, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - 12130
Tel: (6221) 7264135, 726 4280,