Super User

Super User

 

       Perguruan Tinggi - IQA Foundation Luncheon Meeting


 IQA Foundation didirikan untuk mengembangkan Baldridge Excellence Framework (BEF) di Indonesia. Sejalan dengan itu  maka pada tanggal 27 Mei 2015 di Hotel Century Jakarta, mengadakan acara Luncheon Meeting dengan mengundang Perguruan Tinggi di Indonesia. Hadir pada saat itu lebih dari 30 Perguruan Tinggi yang diwakili oleh Rektor/ Wakil Rektor dan kepala bagian Penjamin Mutu .

 

https://thumbp10-sg3.mail.yahoo.com/tn?sid=10133099526976946&mid=AC3FCmoAAElWVYvCSwQS%2BGV3zy8&midoffset=2_0_0_1_7284&partid=2&f=1922&fid=Inbox&m=ThumbnailService&w=3000&h=3000
I Nyoman Tjager

I Nyoman Tjager sebagai Pembina IQA Foundation , pada sambutan  pembukanya   mengulas balik bagaimana peran Baldridge dalam membangun kembali kinerja organisasi non business dan business di Amerika yang hampir kolaps/ hancur akibat  lengah  mempertahankan keunggulan produk-produk mereka baik didunia bahkan didalam negeri sendiri  akibat gempuran produk dari Jepangpada akhir tahun 1990 han.

 keadaan itu tidak berlangsung lama . Awal tahun 1994 ekonomi Amerika sudah kembali berjaya, produk- produk bermerek made in USA sudah kembali mengungguli produk- produk  made ini Japan. Ini  berkat penerapan metode perbaikan kinerja Baldridge Excellence Framework yang didukung penuh oleh pemerintahan Amerika liwat Kementerian Perdangangannya yang waktu itu dipimpin Malcolm Baldridge. Kongres Amerika menyetujuai  pemberian nama Malcolm Baldridge Quality Award sebagai pengganti nama American Quality Award, untuk mengenang jasa- jasa Malcolm Baldridge yang meninggal akibat kecelakaan "Rodeo". Award-nya diserahkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat  ke penerimanya.

"Kriteria ini sudah proven dan banyak dijadikan rujukan di negara- negara maju lainnya, jadi para penyelenggara Perguruan tinggi tidak usah ragu untuk mengimplementasikannya untuk mengejar ketertinggalannya dan masuk dalam jajaran Universitas yang berkelas dunia", demikian ajakan Pak Nyoman Tjager ini yang juga mejabat Presiden Komisaris Jakarta Stok Exchange mengakhiri sambutannya..

Kriteria Kinerja Ekselen Baldridge Excellence Framework ", merupakan alat diagnosa komprehensif yang memberi kemampuan kepada Perguruan Tinggi untuk mengetahui tingkat ekselen kinerja dan daya saing globalnya.  Memberi tuntunan kepada para Pimpinan Perguruan Tinggi untuk memperbaiki kinerjanya secara menyeluruh (Total Solution), dengan pendekatan Total Quality Management (TQM)", demikian antara lain sambutan dan penjelasan Orie A Soetadji ketua Umum IQA Foundation pada kesempatan itu kepada peserta yang hadir.

Intinya perbaikan kinerja organisasi menggunakan BEF ialah perbaikan secara keseluruhan diseluruh Proses-  Proses dan Hasil-Hasil. Pertanyaan "why"  yang disusun dalam buku kriteria, kalau dijawab dan diikuti secara mendalam  akan menjawab dengan sendirinya tentang kualitas  proses- proses yang sedang berjalan dan sekaligus membuka horison atau  cara pandang organisasi dalam melihat/menilai kualitas  proses-proses dan hasil-hasil yang pada akhirnya akan menuntun dan membuka cakrawala  para eksekutif dalam menelaah/  melihat  organisasi pada 5,10,  atau 15 tahun dan seterusnya kedepan.

Memang perlu usaha keras, apalagi pada tahap awal atau permulaan , tapi seiring dengan semakin tertatanya proses-proses  maka perbaikan dikemudian akan lebih mudah dan cepat dan lebih cepat lagi,  demikian antara lain sambutan dan penjelasan Orie A Soetadji ketua Umum IQA Foundation pada kesempatan itu kepada peserta yang hadir.

 Adapun Pengenalan dan Pemahaman kontent dan struktur kriteria  , yang terdiri dari 1 Organanisasi Profle, 7 Kategori Kriteria dan  11 Core and Values yang dibingkai dalam satu bingkai atau  frame disebut Baldridge Excellence Framework yang  harus dilihat  secara  Holistik, dari sudut pandang Perspektif Kesisteman yang mencakup : “Core Values & Concepts”, “Scoring Guidelines” sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dijelaskan kepada yang hadir  oleh Tumpal Siregar sebagai Direktur Eksekutif IQA Foundation.

 

 Mengapa dan bagaimana BINUS menerapakan BEF ini?

   BINUS Alam Sutera Campus

"Sebagai Universitas yang mempunyai visi Menjadi Universtas Kelas Dunia maka diperlukan alat ukur yang juga berkelas dunia, itulah alasan sehingga akhirnya BINUS mengimplementasikan metode BEF (Baldridge Excellence Framework) dengan cara ikut IQA Award pada tahun 2011. Hampir saja tidak ikut dalam IQA Award tahun 2012,  hanya karena Pak J Wibowo H sebagai pendiri dan ayah dari T Widia Soerjaningsih  Rektor pertama BINUS yang meminta maka penerapan BEF di BINUS terus berlanjut hingga saat ini. Tahun ke 4  Binus sudah menjadi Universitas yang mewakili Asia dalam ajang MAKE AWARD International di USA. Saat ini Binus School of Business sedang dalam proses untuk mendapatkan Akreditasi AACSB Amerika. Dan untuk itu Binus terus memperbaiki dan meningkatkan skore Baldridge dengan  fokus pada  OFI-OFI yang ada dalam Feedback Report hasil assesmnet dari team Examiner IQAF dalam ajang IQA Award 2014. dan sangat optimis akan  menyebrang ke level Emerging Industrial Leader di IQA Award 2015 mendatang", demikian paparan yang disampaikan oleh Nelly, S.Kom MM  Vice Rector II  (Academic Operation & Resourcess) dan Dr. Dra Ienneke Indra Dewi S. Th Quality Management Center Manager.

"Ibu Nelly  juga  menjelaskan penggunaan  ISO 9001 2008 di Binus saat ini adalah  sebagai alat atau "penyangga"  agar pencapain keekselenan yang dicapai melalui perbaikan  dari keikut sertaan IQA Award selalu terjaga tidak kembali merosot. Dengan demikian continuos improvement di Binus selalu dimulai dari titik pencapaian tertinggi tidak mulai lagi dari nol atau dari awal ! Dan  mengajak para peserta untuk tidak ragu ikut menerapkan metode Baldridge Excellence Framework ini", pada akhir presentasinya.

Kisah BINUS ini hampir sama seperti yang dialami oleh perusahaan pembuat pesawat terbang Boeing Air Craft Amerika yang karena desakan atau kemauan pemegang saham akhirnya diimplementasikan oleh para direksinya, awalnya Boeing  hanya mampu mempruduksi 4 pesat perbulannya dan 4 tahun kemudian setelah metode "Baldridge Excellence Framework ini diiimplementasikan, Boeing sudah mampu memproduksi 80 pesawat terbang perbulan (David Spong mantan CEO Boeing Airlift pada presentasinya di IQA Award 2007 di Jakarta).

 

Bagaimana memulainya menerapkan metode BEF di Organisasi kita?

Bagi organisasi yang baru mulai menerapkan akan terasa sulit. 

Mulai saja dari  menjawab pertanyaan yang ada di Profile Orginasisasi yang ada di buku Kriteria BEF atau kalau mau lebih dalam dengan membuat Dokumen Aplikasi secara mandiri (team). Kriteria BEF disusun secara sistimatis melalui proses yang panjang dihasilkan dari para best practiser, para pakar baik dari akedemisi dan burokrat yang sangat kosern terhadap kosep keeunggulan dan kualitas,  sudah proven di Dunia, jadi kita yang baru mau memahaminya  dan tidak perlu lagi memperdebatkan tentang konten kritria yang memang sulit dipahami bagi mereka yang belum pernah mengimplementasikannya, jadi  ikuti saja pertanyaan dan menjawab secara jujur  mengikuti atau menjawab pertanyaan pertanyaan yang tersusun dalam buku kriteria BEF. Maka pada satu titik kita akan merasakan bagaimana dan meyakini bahwa  BEF ini memang benar- benar luar biasa!( disarikan dari artikel-artikel di Blogrige NIST)

Mau tau rasa pedasnya Cabe Rawit? Gigit saja cabe-nya ! Mau tau hebatnya BEF? Buat dan Tulis saja Dokumen Aplikasi-nya !

jakarta june 2015 fts

Tuesday, 13 January 2015 00:00

Baldrige Excellence Framework 2015-1016

Beberapa catatan penting dalam Kriteria Baldrige 2015-2016 yang perlu kita simak yaitu strukturnya  menjadi lebih sederhana dan lebih menggambarkan pemahaman yang holistik.

  • Sebutan Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence (MBCFPE) yang biasa dipakai di cover buku telah diubah menjadi  Baldrige Excecllence Framework (BEF), demikian pula untuk sebutan nama kategori.
  • Sebutan Kategori 2, 3, 5, 6  mengalami perubahan yaitu kata kerja di depan sebutan di tiap kategori  masing-masing dihilangkan sehingga  menjadi Kategori 2 - Strategi, Kategori 3 -Pelanggan, Kategori 5 - Tenaga Kerja, Kategori 6 - Operasi.

Sebutan Kategori 1, 4 dan 7 tidak mengalami perubahan sebutan yaiitu Kategori 1- Leadership, Kategori 4 - Pengukuran, Analisis dan Manajemen Pengetahuan dan Kategori 7 Hasil-Hasil,Dilihat dari sudut pandang struktur kriteria jumlah kategori tidak mengalami perubahan tetap 7 kategori, demikian pula jumlah item juga tidak mengalami perubahan yaitu 17 item.
 
Sedangkan yang mengalami perubahan adalah sbb :

  • Area to address :  lebih sederhana dan menggiring ke arah pemahaman yang  holistik.
  • Core Values & Concept jumlahnya tetap 11 tetapi struktur lebih diperjelas  yaitu :  2-7-2, dengan pengertian :

Angka 2 urutan pertama yaitu :

(1) Systems Perspective

(2) Visionary leadership,

Angka 7 pada urutan kedua yang menunjukan efektivitas sistem yaitu :

(1) Customer Focus (sebelumnya Customer Driven Excellence),

(2) Valuing People ( sebelumnya Valuing Workforce members dan Partners),

(3) Organizational Learning and Agility (sebelumnya Organizational and Personal Learning),

(4) Focus on Success (sebelumnya on the Future),

(5) Managing For Innovation,

(6) Mangement by Fact,

(7) Societal Responsibility;

Angka 2 pada urutan ketiga adalah 2 core values yang menunjukkan manfaat dan prinsip implementasi kriteria Baldrige yaitu :

(1) Ethics & transparency (sebelumnya tidak ada)

(2) Delvering Value & Results (sebelumnya Focus on Results and Creating Value)

Perubahan di atas mengarahkan dan mengandung pesan pada pembaca agar pemahaman holistik menjadi yang utama.

Jakarta, December 2014

Sutarman

Senior Trainer IQA Foundation

Dari pernyataan peserta IQA Award yang dua atau tiga kali  berturut-turut mengikuti proses assesment  Indonesian Quality Award, dan score nya juga  terus meningkat maka  diketahui  bahwa di asses dengan menggunakan Baldridge Excellence Framework (dahulu MBCFE) adalah cara paling taktis dan effisien  untuk   memperbaiki dan meningkatkan  kinerja  perusahan. "menjadi  transparant dan lebih gamblang dalam melihat persoalan  dibandingkan  pada cara cara yang dilakukan sebelum-belumnya!".
 
OFI- OFI dari  Feedback report dipercaya sebagai temuan  yang kredible untuk dijadikan awal untuk merencanakan atau pembuatan perencanaan perbaikan organisasi kedepan.
 
Tanpa Feedback dan OFI-OFI hasil   assesment maka melakukan perbaikan kinerja perusahaan akan  seperti mengurai benang kusut bahkan bisa menjadi persoalan baru  yang bisa terjadinya penyebab ketidak keharmonisan antar personil yang ujungnya malah sangat destruktif terhadap kinerja secara keseluruhan.
 
Dengan Feedback Report dan OFI-OFI hasil dari assement yang dilaksanakan  oleh IQAF examiner dengan menggunakan Baldridge Excellen Frameworks maka hal-hal yang negatif dan merugikan bagi kemajuan perusahaan  akan tidak terjadi. Inilah salah satu keuntungan dan faedah dari keikut sertaan dalam IQA Award.
 
Note :
Di tahun 2015 ini  istilah Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) dirubah menjadi Baldridge Excellence Framework (BEF).
 
Berikut pernyataan pernyataan yang kami kutip dari tulisan- tulisan di blogrige usa sebagai referensi yang isinya sudah menjelaskan dengan sendirinya mengapa Baldridge Excellence Framework adalah alat perbaikan atau peningkatan kinerja perusahaan  yang paling banyak menjadikan perusahaan- perusahaan di Amerika Serikat menjadi perusahaan yang berdaya saing tinggi.

Learn The Value

Using the Baldrige management framework to improve your organization does not mean you must apply to receive the Presidential award, although that’s a nice goal. It’s about seeing more clearly where your organization is now and where you need to be to achieve long-term success. It’s about having the tools to examine and improve each dimension of your organization’s performance while keeping the whole organization in mind. It’s about an organization-wide perspective that optimizes an entire system rather than just focusing on pockets of excellence.

Baldrige offers a proven way  to achieve

  • Innovation
  • World-class results
  • Integrated processes that enhance your effectiveness and  efficiency
  • Organizational learning, with support from role-model U.S. organizations in every sector and a national network of local Baldrige-based programs
  • Long-term success

Be a part of a collective force that is improving large and small businesses in the service and manufacturing sectors alike, as well as education, health care, and public institutions.

Any Organization Can Improve and Excel Using This Management Framework Organizations everywhere are looking for ways to effectively and efficiently meet their missions and achieve their visions. Thousands of organizations use the Baldrige Criteria for Performance Excellence to guide their enterprises, improve performance, and get enduring results. This proven improvement and innovation framework offers your organization an integrated approach to key management areas:

  • Leadership
  • Strategic planning
  • Customer focus
  • Measurement, analysis, and knowledge management
  • Workforce focus
  • Operations focus
  • Results

Improve Your Performance.

The Baldrige management framework can be adapted to fit your organization's unique challenges and culture and help you evaluate performance, assess where improvements or innovation are most needed, and get results. By adopting the systems perspective and other concepts from the Baldrige framework to improve your organization, you become part of a national and global effort to improve the performance of organizations in every sector in order to benefit people served by businesses, health care providers, schools, and government agencies and other nonprofit organizations. You can be proud to know that your employees, customers, board members, and other stakeholders are all better off.

That’s why thousands of organizations of all sizes in every sector use the management framework to improve and excel in their industries—and a select group applies for the Malcolm Baldrige National Quality Award:

 

Jakarta Januari 2015. fts.

Langkah dalam memasuki kawasan bebas perdagangan dikalangan negara ASEAN, bukanlah lagi suatu wacana yang sedang panas diperbincangkan dikalangan publik. Namun, kawasan bebas perdagangan dimana tidak ada hambatan tarif (bea masuk 0-5%) maupun hambatan non tarif sudah tinggal selangkah lagi dan dapat dihitung dengan rentang waktu 30 hari kedepan.

Pada tanggal 1 Januari 2015, negara – nagara yang tergabung dalam organisasi tingkat Asia Tenggara yaitu ASEAN, akan memasuki tahap implementasi ASEAN Free Trade Area (AFTA), dimana negara anggota ASEAN bebas melakukan perdagangan tanpa dikenakan persyaratan berbayar maupun persyaratan tidak berbayar. Kerjasama dalam bidang ekonomi ini bertujuan untuk mendorong peningkatan daya saing ditengah ketegangan persaingan perekonomian pasar bebas. Meningkatkan kinerja perusahaan merupakan salah satu faktor penting bagi perusahaan dalam bersaing dalam pasar bebas tersebut. Penerapan kinerja berbasis Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) yang keluarkan oleh Baldridge Performance Excellence Program cukup membantu bagi setiap perusahaan dalam menilai kinerja perusahaan sehingga memacu perusahaan dalam berinovasi, memperbaiki proses management kea rah yang lebih efisien dan efektif hingga menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan memiliki keunggulan yang berbeda.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasi kinerja perusahaan yang terus mengalami peningkatan yang cukup baik, Indonesia Quality Award Foundation (IQAF) memberikan suatu penghargaan kepada perusahaan profit dan non profit, yang terangkum dalam acara Indonesian Quality Award 2014 pada Senin (17/11) di Hotel Mulia, Senayan.

Sebanyak 15 perusahaan yang terbagi menjadi kategori perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis, pendidikan, organisasi kategori menengah, serta organisasi kategori besar. BINUS UNIVERSITY merupakan satu – satunya organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan yang mengikuti kegiatan penganugerahan ini. Tujuan BINUS UNIVERSITY mengikuti kegiatan ini tidak hanya sekedar mendapatkan pengakuan dan piala penghargaan saja, namun tujuan inti BINUS UNIVERSITY mengikuti kegiatan in adalah sebagai tolak ukur penerapan kinerja berbasis Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) dalam menjalankan roda kinerja organisasi di tengah lingkungan masyarakat.

Selama hampir 4 tahun BINUS UNIVERSITY mengikuti kegiatan ini sejak tahun 2011, BINUS UNIVERSITY terus berupaya meningkatkan kinerja organisasinya kearah yang lebih baik dengan perbaikan disegala aspek kinerja organisasi termasuk Sumber Daya Manusia (SDM). Sebagai bukti hasil kerja keras BINUS UNIVERSITY dalam menerapkan kinerja berbasis Malcolm Baldridge tersebut, maka BINUS UNIVERSITY kembali meraih dua penghargaan yaitu, “Band of Performance Excellence Achievement”  untuk organisasi kategori kelas menengah dengan predikat sebagai “Good Performance” dan mendapatkan penghargaan “Bronze Award” untuk organisasi Kategori Menengah dalam Nominasi “Performance Excellence Score Growth Achievement”.

Kembalinya BINUS UNIVERSITY meraih kedua penghargaan tersebut, tidak semata karena kuat dan gagahnya organisasi ini di dalam lingkungan masyarakat. Tetapi sebagai bentuk tanggung jawab yang secara terus – menerus diperbaiki dan di tingkatkan lagi kualitas kinerja organisasi agar lebih memberikan dampak tidak hanya dampak bersifat internal, namun juga berdampak bersifat eksternal yaitu kepada masyarakat. (JR)

Note : Sumber di copy dari web Universitas Bina Nusantara. fts

JAKARTA - Angkasa Pura Airports kembali meraih penghargaan di ajang bergengsi Indonesian Quality Award (IQA) 2014 berbasis Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence pada acara malam penganugrahan yang dihelat di Hotel Mulia Jakarta, Senin (17/11). Angkasa Pura Airports berhasil meraih score 501 atau masuk ke dalam kategori Good Performance. "Hasil assesment IQA pada tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Meskipun sama-sama mendapatkan predikat Good Performance, namun terdapat kenaikan sebesar 21 point yang mana sebelumnya jumlah score Angkasa Pura Airports ialah 480," ujar Head of Corporate Planning and Performance Angkasa Pura Airports, Yudhaprana Sugarda.

Di tahun 2014, jumlah peserta Assesment dan Awarding IQA adalah sebanyak 15 peserta yang terdiri dari berbagai perusahaan dengan bidang bisnis yang beragam. Penganugerahan IQA 2014 ini di selenggarakan sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas prestasi dan pencapaian kinerja ekselen sebuah organisasi profit dan non profit yang telah mengikuti Assesment IQA 2014. Proses penilaian dilakukan melalui serangkaian tahapan, yang diawali dengan On Desk Assessment atas Dokumen Aplikasi yang telah disusun Aplikan, berdasarkan respon pertanyaan yang merupakan persyaratan kriteria yang terdiri dari 7 items kategori, yaktu: 1. Leadership, 2. Strategic Planning, 3. Customer Focus, 4. Measurement Analysis and Knowledge Management, 5. Workforce Focus, 6. Operation Focus, dan 7. Results.

IQA merupakan penghargaan yang diselenggarakan oleh IQA Foundation dan diberikan setiap tahun sejak 2005. Partisipan dalam penghargaan ini adalah perusahaan BUMN dan swasta, dan dikembangkan untuk dapat diikuti juga oleh sektor non-profit/pemerintahan, sektor pendidikan, dan sektor kesehatan. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian BUMN dan National Institute of Standards and Technology U.S. Department of Commerce.  [Pardika Dewi RS]
 
sumber di copy dari : http://www.angkasapura1.co.id/

JAKARTA – PT Indonesia Power raih penghargaan Emerging Industry leader pada ajang  Indonesia Quality Award (IQA) 2014 (17/11). Pada kategori  bidang bisnis  PT Indonesia Power meraih skor 583 dari hasil assessment Malcolm baldrige  yang dilakukan di Indonesia Power baik kantor pusat maupun unit bisnis. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur (Keuangan)  PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani.

PT Indonesia Power sendiri berhasil naik level di tahun 2014, setelah tahun lalu mendapatkan good performance sekarang Indonesia Power meraih band Emerging industry leader dengan skor 583. Dimana skor tersebut melebihi target Korporat untuk tahun ini. Skor itu sendiri bermakna dalam suatu posisi band yang merepresentasikan tingkat ke-ekselenan dan DAYA SAING kinerja global. SKOR Baldrige mencerminkan kualitas kinerjanya.

Penghargaan Indonesia Quality Award (IQA) diadakan di Ballroom I Hotel Mulia, Jakarta pada hari Senin  (17/11). Tema IQA 2014 kali ini adalah “Meningkatkan kinerja ekselen untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Sampai saat ini event penganugerahan “Indonesian Quality Award telah diselanggarakan sebanyak 10 (sepuluh) kali sejak tahun 2005.

Awarding IQA 2014 dilaksanakan dalam rangka penganugerahan penghargaan kepada organisasi yang menerapkan Kriteria Kinerja Ekselen “Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence” (MBCfPE), sebagai pengakuan atas tingkat kinerja ekselen yang dicapainya berdasarkan hasil asesmen.

Dalam acara ini,  DR. Robert Fangmeyer, Director baldrige performace excellence program, National institute of standard and technology (NIST), US department of Comerce, menyampaikan sambutan via video message, sebagai dukungan dan pengakuan atas kegiatan IQAF dalam penerapan kriteria baldrige di Indonesia.

Penghargaan diserhakan oleh menteri Negara BUMN RI, Penasehat IQAF Sugiharto dan Mustafa Abubakar, didampingi oleh ketua dewan Pembina IQAF, Bacelius Ruru dan ketua umum Dr Orie Andari Soetadji.

sumber : Teras  web  Indonesia Power . fts

Wednesday, 26 November 2014 23:41

Dompet Dhuafa Raih Indonesia Quality Award 2014

DDHK News, Indonesia — Dompet Dhuafa (DD) meraih penghargaan Indonesia Quality Award (IQA)2014  yang diselenggarakan Indonesia Quality Award Foundation (IQAF). Penghargaan diraih menyusul Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa yang telah menerapkan Kriteria Kinerja Ekselen “Malcolm Baldrige for Performance Excellence” (MBCfPE).

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum IQAF Orie Andari Soetadji kepada Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi pada acara Penganugerahan IQA 2014 di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (17/11). Dalam penganugerahan tersebut, Dompet Dhuafa merupakan satu-satunya organisasi nirlaba yang mendapat penghargaan.

“Saya mengapresiasi Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa yang telah menerapkan Kriteria Kinerja Ekselen Malcolm Baldrige for Performance Excellence di organisasinya. Satu-satunya organisasi nonprofit yang meraih penghargaan IQA 2014,” kata Ketua Umum IQAF Orie Andari Soetadji.

Indonesian Quality Award adalah suatu ajang pemberian Penghargaan Nasional bagi organisasi yang menunjukkan tingkat keberhasilan dalam perspektif “Global Image” berdasarkan penilaian menggunakan MBCfPE. Penghargaan IQA diberikan kepada sebuah organisasi, perusahaan atau institusi sebagai pengakuan atas keunggulan kinerjanya yang merepresentasikan kualitas sistem (process & results) mereka.

Hingga saat ini, pengaugerahan IQA telah diselenggarakan sebanyak 10 kali sejak tahun 2005. Pada IQA 2014, sebanyak 13 organisasi yang terdiri dari bidang pendidikan, bisnis kategori menengah, dan bisnis kategori besar.

Bagi Dompet Dhuafa, penghargaan ini menjadi bukti bahwa untuk melayani kaum dhuafa atas nama kerja kerelawanan atau kedermawanan seseorang harus profesional tidak boleh kerja asal-asalan. “Justru sebagai lembaga nirlaba, dan disebut yang pertama kali masuk (mendapat penghargaan), kami menunjukkan terbuka untuk dinilai oleh siapapun,” kata Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi.

Dengan menunjukkan kinerja yang profesional dalam melayanai kaum dhuafa, lanjut Parni, Dompet Dhuafa bisa mendapatkan kepercayaan publik. Lebih lanjut, ikhtiar melayani dan memberdayakan kaum dhuafa dengan standar mutu unggulan untuk memutus rantai kemiskinan kaum marjinal pun semakin geliat.

Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini yang turut hadir dalam Penganugerahan IQA 2014 menyatakan akan mencoba menerapkan Kriteria Kinerja Ekselen MBCfPE di beberapa divisi lain.

“Bukan hanya divisi lain, mungkin seluruh Dompet Dhuafa akan coba kita aplikasikan. Mudah-mudahan ke depan akan semakin bagus lagi,” ujarnya. (dompetdhuafa.org).*

sumber artikel ini di kopi dari : (dompetdhuafa.org).* fts

PADANG, 19 NOVEMBER 2014 : PT Semen Padang terus meningkatkan prestasi yang membanggakan di level nasional. Setelah sukses meraih Good Performance pada ajang Indonesian Quality Award (IQA) Tahun 2012 dan 2013. Pada tahun ini, PT Semen Padang naik peringkat ke level Emerging Industry Leader dan mendapat penghargaan Gold untuk kenaikan skor tertinggi.

Penghargaan diterima Direktur Komersial PT Semen Padang, Pudjo Suseno didampingi Kepala Departemen GRC/MR, Firdaus dan Kepala Biro Pengembangan Sistem Manajemen, Zulkarnaen pada malam penganugerahan IQA 2014 di Hotel Mulia Senayan Jakarta, Senin (17/11/2014).

IQA adalah penghargaan pencapaian kinerja ekselen organisasi yang diukur berdasarkan hasil assessment menurut kriteria Malcolm Baldrige,  yang terdiri dari tujuh kategori, yakni Leadership,  Strategic Planning , Customer and Market Focus, Measurement & Analysis, and Knowledge Management, Workforce Focus, Process Management, dan  Business Outcome. Kriteria ini diberi istilah Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) yang telah diadopsi 76 Negara di dunia termasuk di Asia, dan Eropa.

“Alhamdulillah, PT Semen Padang tahun ini mampu meningkatkan prestasinya dalam ajang IQA 2014. Ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras semua jajaran di perusahaan, dan dukungan seluruh stakeholders. Keberhasilan ini sejalan dengan perbaikan proses dan kinerja perusahaan yang meningkat secara konsisten dari tahun ke tahun,” kata Direktur Komersial PT Semen Padang, Pudjo Suseno usai acara penganugerahan IQA 2014.

Prestasi ini merupakan yang tertinggi sejak keikutsertaan PT Semen Padang pada ajang IQA sejak 1999. Pada tahun 2011, hanya meraih level Early Improvement, kemudian tahun 2012 dan 2013 naik setingkat ke level Good Performance dan pada tahun 2014 ini kembali naik satu tingkat ke level Emerging Industry Leader.
Dalam anugerah IQA, ada delapan klasifikasi penilaian (dari yang tertinggi ke yang paling rendah)  yaitu, World Class Leader (level tertinggi), Benchmark  Leader, Industry Leader, Emerging Industry Leader, Good Performance, Early Improvement, Early Result, dan Early Development. Saat ini, level tertinggi yang baru bisa dicapai perusahaan Indonesia adalah Emerging Industry Leader.

Menurut Pudjo Suseno, dalam rangka peningkatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan, PT Semen Padang senantiasa melakukan berbagai upaya untuk memonitor, mengawasi, mengevaluasi kinerja dan serta melakukan inovasi-inovasi perbaikan pengelolaan perusahaan secara keseluruhan. Salah satu upaya tersebut adalah melakukan benchmarking terhadap best practice dalam dunia industri, khususnya industri semen.

IQA merupakan salah satu best practice paling komprehensif yang dapat digunakan untuk membandingkan, menilai serta melakukan perbaikan-perbaikan sistem manajemen, proses bisnis dan kinerja perusahaan. “Oleh karena itu, kami meyakini bahwa keikutsertaan Perusahaan dalam IQA akan mampu memberikan benefit yang signifikan bagi perusahaan,” kata Pudjo.  (*

note :
Sumber berita ini dikopi dari web PT Semen Padang - fts

Friday, 21 November 2014 15:37

Penganugerahan Indonesian Quality Awad Ke 10

   
   
   

 

 

 

PT Pembangkitan Jawa Bali meraih penghargaan sebagai Perusahaan dengan pencapaian score tertinggi dalam ajang Indonesian Quality Award ke 10 tahun 2014. Adapun Award diserahkan oleh Sugiharto sebagai penasehat IQA Foundation kepada Amir Rosidin  selaku Dirut Utama  didampingi  oleh Orie A Sutadji Bacelius Ruru dan I Nyoman Tjager.

Pada IQA 2014 ini PT Semen Padang dan PT  Indonesia Power berhasil naik band menjadi  Emerging Industri Leader (EIL). Dengan demikian selama IQA berlangsung sejak 20005 maka sudah ada 7 Perusahaan Nasional yang masuk dalam level EIL. Yakni PT Krakatau Steel  PT Astra Daihatsu Motor PT Perkebunan Nusantara 3 PT Petro Kimia Gresik PT Pembangkitan Jawa Bali PT Indonesia Power dan PT Semen Padang.

 

KEPUTUSAN KETUA DEWAN JUDGE, INDONESIAN QUALITY AWARD – IQA 2014
No. 007/SK/DJ-IQAF/XI/2014, Tanggal17 November 2014
Tentang PENETAPAN HASIL ASESMEN IQA - 2014

 

I. Pencapaian: Band of Excellence Achievement

1. Bidang Pendidikan:

 No Nama Organisasi Posisi Band
 1  Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa    Early Result
 2  Universitas Bina Nusantara   Good Performance

 

2. Bidang Bisnis

 1  PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan   Early Improvement 
 2  PT ASABRI (Persero)  Early Improvement
 3  PT AngkasaPura I (Persero)  Good Performance
 4  PT Indonesia Comnets Plus (ICON+)  Good Performance
 5  PT Jalan Tol Lingkar Jakarta  Good Performance
 6  PT Krakatau Bandar Samudera  Good Performance
 7  PT Krakatau Engineering  Good Performance
 8  PT Pelayanan Listrik Nasional Batam  Good Performance
 9  PT Prima Layanan Nasional Enjiniring  Good Performance
 10  PT Semen Tonasa  Good Performance
 11  PT Indonesia Power  Emerging Industry Leader
 12  PT Pembangkitan Jawa-Bali  Emerging Industry Leader
 13  PT Semen Padang  Emerging Industry Leader

 

II. Penghargaan: ”The Best Score Growth Achievement Award”

a. ORGANISASI SKALA MENENGAH

 1  Bronze Award   Universitas Bina Nusantara 
 2  Silver Award  PT Jalantol Lingkar Jakarta
 3  Gold Award !!!   PT Indonesia Comnet Plus

 

b. ORGANISASI SKALA BESAR

 1  Bronze Award   PT PembangkitanJawa-Bali 
 2  Silver Award  PT Indonesia Power
 3  Gold Award !!!   PT Semen Padang

 

III. Penghargaan:”The Highest Score Achievement Award”

 1   Platinum Award  PT Pembangkitan Jawa-Bali 

 

Jakarta, 17 November 2014

Saturday, 15 November 2014 13:51

Membangun Kinerja Ekselen Secara Konseptual

Setiap tahun, sejak 2005 sampai saat ini IQA Foundation menjelenggarakan  acara pemberian penghargaan pada perusahaan  yang ikut dalam Indonesian Quality Award  . Tahun 2014 bulan November ini  adalah kali ke 10 IQA Foundation menyelenggarakan Award ini.

Di Amerika perusahaan yang score Baldridge nya tertinggi,  diberikan Award yang disampaikan langsung oleh Presiden Amerika dalam acara penganugerahan  Malcolm Baldridge National Quality Award. Karena itu Award ini juga sering disebut Presidential Award.  Prosesi awardingnya pun didahului oleh bendera Amerika yang dilakukan  oleh regu dari korps Marinir Amerika Serikat (US Marine Corps) . https://thumbp10-sg3.mail.yahoo.com/tn?sid=10133099526976946&mid=AFTFCmoAAA68VHLrcghBSGdb5mE&midoffset=2_0_0_1_1065326&partid=2&f=1938&fid=Inbox&m=ThumbnailService&w=3000&h=3000

Akankah ada perusahaan Indonesia yang lahir melalui IQA Award yang dilaksanakan oleh IQA Foundation akan menjadi perusahaan berkelas dunia yang sejajar dengan perusahaan di Amerika yang menerima Presidential Award?

     

Sebagai ilustrasi, Boeing Airspace penerima Presindential Award  tahun 2003, memperoleh  score Baldridge  856  (David Sponge presentasinya di Jakarta 2006) masuk dalam level Industrial Leader/ Benchmark Leader.

Hasil assesment IQA Foundation di IQA Award 2013 sudah ada 5 perusahaan (PT PN3 PT Krakatau Steel PT Pembangkit Jawa Bali PT Petrokimia Gresik  dan PT Astra Daihatsu Motor yang memperoleh score berkisar diangka 600 level Emerging Industrial Leader dan lebih dari 10 perusahaan BUMN yang score Baldrigenya sudah diatas 500 san atau dalam level Good Performance. Mereka tentunya berpotensial  mencapai score 800 atau  level Industry Leader. Artinya   mereka  berpotensial mencapai angka 800 seperti yang dicapai Boeing Airspace sehingga dapat disebut sebagai  Perusahaan Kelas Dunia..

Di Amerika MBNQA atau Malcolm Baldridge Quality Award dan pengembangannya dibawah suatu badan yang disebut Baldridge Performance Excellence Program (BPEP) yang tergabung dalam  NIST suatu badan dibawah Kementerian Perdagangan milik Pemeritah. Karena semenjak program MBNQA di gelar  banyak Perusahaan Amerika yang menjadi kuat besar dan ekselen menyumbang peningkatan kemakmuran dan ke dig dayaan bangsa Amerika di dunia.

Indinesia IQA Foundation berusaha mensosialisasikan tentang pentingnya membangun kinerja ekselen secara konseptual berdasarkan Baldridge Kriteria,  juga memberikan bantuan agar perusahaan dapat meng- "operasi"-kan konsep kinerja ekselen Baldridge ini. Karena semakin banyak dan semakin cepat perusahaan nasional yang bekinerja tinggi maka akan semakin cepat pula Ekonomi dan Daya Saing bangsa akan meningkat.

(Dibawah ini tulisan yang kami kopi dari blorige NIST untuk dijadikan referensi dan renungan dan alasan mengapa Perusahaan anda "harus" menerapkan Baldridge Kriteria).

What is the typical payback on the Baldrige investment?

There is nothing typical about the benefits of an investment in the Baldrige process. The process pays applicants back in many different ways. Organizations that have received the Malcolm Baldrige National Quality Award have seen

  • moves toward globalization
  • decreased time to market
  • an increase in new product sales as a percentage of total annual sales
  • increased workforce involvement, empowerment, and productivity
  • greater customer satisfaction
  • increased return on assets and return on equity
  • increased market share
  • greater opportunities for research and development
  • increased revenue
  • decreased cycle time
  • cost reductions
  • improved product reliability
  • improved health care outcomes
  • improved student learning outcomes

However, an organization does not have to receive the award to see these benefits; all applicants are winners through improved business processes and results.

Sebenarnya semua perusahaan baik yang baru pertama kali ikut dalam proses assesment IQA Award juga adalah "PEMENANG",  karena mereka telah memulai membangun sistem kinerja di perusahaan secara konseptual. Penulisan  Dokument Aplikasi adalah cara cepat memahami bagaimana Baldridge memperbaiki kinerja perusahan secara konseptual.-  "Cobalah,  ini "ajakan" yang sebenarnya ! dan ini bukan iklan tv !".

jakarta November 2014 fts

Page 4 of 6
 

Kontak

Sekretariat IQA Foundation
Jl. Radio IV. No.5, Keramat Pela, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - 12130
Tel: (6221) 7264135, 726 4280,