Super User

Super User

Thursday, 02 October 2014 11:59

Penyebab Kualitas Yang Buruk

Oleh : I.N.Winartha

pak winSaat ini  Pasar sudah menjadi sangat Customer Centris. Disatu sisi Kompetisi sudah  sangat ketat dan ekspektasi  para pelanggan sudah semakin meningkat. Disisi lainnya masih saja ada Perusahaan yang terus bekerja atau memproduksi produk dengan kualitas buruk (poor quality). Yang menjengkelkan didalam berbagai model manajemen kualitas, proses-proses pengelolaan Bisnis/Organisasi, ISSUE tentang KUALITAS BURUK masih ada disana. Mengapa hal ini seperti itu ?

Penyebab KUALITAS/KINERJA BURUK dikelompokkan dalam ENAM faktor utama yaitu :
 
1. AKTOR MANUSIA

a. Kurangnya motivasi/minat, rasa takut, stres
b. Kekurangan tenaga kerja
c. Kurangnya pelatihan/keterampilan.
d. Unqualifide personil
e. Orang mengambil jalan pintas
 
2. FAKTOR MESIN/PERANGKAT

a. Kurang kapabel
b. Kurang maintenance
c. Suku Cadang tidak cukup tersedia
d. Keausan (aus)
e. Pengaturan yang tidak tepat/kalibrasi
f. Teknologi yang sudah usang
 
3. FAKTOR MATERIAL/SUKU CADANG

a. Material/suku cadang kelasnya rendah
b. Materil/suku cadang yang tidak sesuai spesifikasi.
c. Penggunaan material yang bervariasi
 
4. FAKTOR MANAJEMEN

a. Lack of vision, mission, value system
b. Kesalahan mengidentifikasi dan memahami kebutuhan/persyaratan pelanggan
c. Perencanaan hanya jangka pendek
d. Perencanaan yang buruk yang tidak memadai
e. Indikator kinerja yang tidak tepat
f. Kurangnya supervisi / monitoring
g. Sikap terhadap perubahan
h. Kurangnya keterampilan memutuskan dan komunikasi
i. Kurannya pemahaman proses
j. Pengambilan keputusan tidak berdasarkan fakta dan data

5. FAKTOR METODE

a. Kurangnya/tidak ada prosedur/mekanisme kerja/approach yang sistematis.
b. Metode/mekanisme kerja tidak diikuti
c. Persyaratan yang bertentangan
d. Metode/mekanisme kerja tidak dikomunikasikan
e. Persyaratan yang terlalu kaku atau terlalu longgar.
 
6.FAKTOR LINGKUNGAN

a. Kelembaban
b. Suhu
c. Pencahayaan
d. Argonomis

Referensi : Cost of Quality – JURAN INSTITUTE Hand Book dan PSB

Tuesday, 05 August 2014 13:12

Why ISO 9000 not enough

Good  Corporation adalah perusahaan yang telah berhasil  memproduksi produk nya dengan kualitas tinggi melalui cara pengelolaan perusahaan yang baik. Banyak perusahaan yang masuk dalam katagori Good Corporation  dengan mengaplikasuikan ISO 9000.

Di Indonesia sudah ada puluhan   Perusahaan yang mengimplementasikan ISO 9000 lebih dari 10 tahun, namun saat ini merasa masih belum cukup puas dengan pencapaian itu. Mereka  menghendaki  menjadi lebih bagus lagi,  tidak hanya bagus di tingkat provinsi,  nasional, namun bisa unggul ditingkat regional dan bisa masuk  dalam tingkat   Dunia atau World Class seperti banyak perusahaan Jepang Korea Selatan Singapore dan lain-lain yang go International dan unggul dalam pengusaan product, market dan financial.

Dari hasil workshop  oleh IQA Foundation  tahun 2012 maka disimpulkan mengaplikasikan ISO 9000 tidak cukup kuat untuk mengangkat kinerja organisasi /perusahaan menjadi perusahaan dengan level kinerja Great atau Excellence. Karena ISO 9000 hanya menempati  di satu (1) manjemen frame atau katagori yakni di katagori (nomer) 6 sedangkan   Malcolm Baldridge yang mempunyai 7 manajemen frame / atau 7 katagori.

Hal lain  ISO 9000 tidak memasuki unsur "perusahaan pembanding" sebagai dasar untuk mengetahui dan  mengukur tingkat keunggulan, sedangkan dalam  Malcolm Baldridge (MB) faktor pembanding  terhadap perusahaan  "yang lebih unggul"adalah hal yang mutlak.

 

"Although programs, such as activity based costing, management by objective, reengineringproject management, Balanced Score Cards, Six Sygma, Lean Enterprise and ISO 9000 certification , to name a few, have produced some good results, unless  leaders focus on the entire integrated Management System, performance is not optimized". Mark L Blazey (insight to performance excellence 2013-2014  "understanding the Integrated Management System and the Baldridge Criteria.

"The purpose, content, and focus of the Baldrige Criteria for Performance Excellence and ISO 9001 registration are very different. The Baldrige Criteria provide an integrated, results-oriented framework for designing, implementing, and assessing all operations of an organization. In addition, the Baldrige Criteria include a strong customer, workforce, and future focus. ISO 9001 is a standard used in implementing a compliance and improvement system and assessing conformity in organization-selected operations. Its central purpose is to provide a common basis for an independent supplier qualification system. Overall, ISO registration covers a small fraction of the requirements in the Baldrige Criteria",Blorige NIST ,Baldridge FAQs.


Perbedaan lain  yang cukup prinsip adalah  dalam cara pelaksanaan pengukuran dan sistem penilaian dimana  ISO berpedoman pada "complience review", yakni  mutu mutu yang ada dalam  proses kerja dan sistem kerja dijaminkan untuk dipenuhi demi untuk mendapatkan sertifikat ISO yang diapply oleh organisasi yang bersangkutan. 

Sedangkan dalam MB pelaksanaan pengukuran kualitas proses proses dan hasil dilaksanakan di ke 7 manajemen frame/katagori dengan semangat continous developmental assesment yang  di pandu dan di intergerasikan dengan  Scoring Guideline yang rinci dan detail sehingga dapat mengetahui tingkat keekselenan dalam angka satuan yang absolut sehingga  jelas dan konkrit.
 

Selain Score , Assesment MB juga menghasilkan catatan atau pernyataan penting atau OFI yang ditemui disetiap atau ke 7  manajemen frame yang dapat dijadikan pegangan dalam mendesign atau membuat perencanaan perbaikan kinerj perusahaan kedepan secara konseptual  kinerja perusahaan kedepan. Dengan demikian perusahaan akan terhindar dari resiko kegagalan dan in effisiensi waktu dan cost .

Inilah kelebihan MB dalam menghantarkan perusahaan atau organisasi menjadi perusahaan yang Ekselen/Great yang dibutuhkan Perusahaan dalam memasuki abad 21 abad borderless yang penuh dengan persaingan tajam.

Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence adalah tool yang telah terbukti dapat meningkatkan kinerja Perusahaan / Organisasi di Amerika pada era awal 1990 sehingga terhindar dari keruntuhan ekonomi dan daya saing bangsa akibat kalah bersaing dengan produk-produk Jepang dan Eropah Barat waktu itu. Kini, Jepang  sejak awal tahun 2000 negara  yang  menggunakan metode Baldridge sebagai basis penilaian kinerja dalam Japan Quality Award.

Berikut adalah  refensi yang  membedakan perusahaan " good dan  great"   yang dicuplik dari  tulisan  J Latham /J Vinyard dalam buku Inside Baldridge "good versus great". Tidak ada penjelasan rinci atau contoh nama perusahaan  dalam buku ini, namun untuk mempermudah dalam  membedakan maka "kita" artikan saja    "good" adalah organisasi yang memiliki score Baldridge maksimal 500 dan "great" corporation dengan  score Baldridge diatas 600

 

"Good Corporation versus Great Corporation"


Good Corporation  :
fokus pada penciptaan produk atau jasa dengan kualitas tinggi.
Great Corporation  : fokus pada penciptaan produk dan Jasa yang dibutuhkan atau dikehendaki oleh pelanggan dan bersedia membayar untuk itu.

Good Corporation  : memproduksi produk atau jasa sesuai standard  yang ditentukan.
Great Corporation  : secara terus menerus belajar untuk meningkatkan perbaikan.

Good Corporation  : merespon jadwal yang dikehendaki/ ditentukan  oleh pelanggan
Great Corporation  : secara terus menerus berusaha untuk mengantisipasi dan merubah arah untuk memenuhi perubahaan yang diperlukan oleh pelanggan atau pasar.

Good Corporation  : fokus pada menjalankan bisnisnya.
Great Corporation  : fokus menjalankan bisnisnya dan siap mengubah bisnisnya.

Good Coporation   : pegawainya mengikuti/ mematuhi prosedur.
Great Corporation  :  pegawainya tidak hanya sekedar mengikuti prosedur tapi juga mereka diarahkan untuk menemui cara atau inovasi- inovasi baru untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Good  Corporation : memiliki orang orang pintar yang mengelola pekerjaan dengan intiusi.
Great Corporation  : memiliki orang- orang pintar yang mengelola pekerjaan dengan intiusi dan  mempunyai semangat dan daya dalam menyelasikan pekerjaan yang  bekerja berdasarkan fakta-fakta.

Good Corporation  : beroperasi memenuhi dengan hukum dan peraturan, melindungi masyarakat dan lingkungan-lingkungannya.
Great Corporation  : lebih dari sekedar pemenuhan hukum dan peraturan dan melindungi masyarakat dan lingkungan tapi lebih kepada pencapain dan fokus pada sebagai warga  perusahaan yang baik daalam lingkungannya.

Good Corporation  : fokus pada yang hal-hal sudah digariskan.
Great Corporation  : fokus pada penciptaan nilai- nilai untuk kepentingan para stakeholders.

Good Corporation  : fokus pada fungsi- fungsi yang excellence.
Great Corporation  : fokus pada sistem.

Di Indonesia sudah hampir 20 perusahaan BUMN yang masuk dalam level GOOD Performance (476-575) dan 3 BUMN dan satu Swasta yg sudah masuk level Emerging Industrial Leader (576-675)versi IQA Foundation.

Jakarta Agustus 2014.fts  :
sumber : artikel Blogrige NIST ; IQAF workshop Baldridge versus ISO 9000 ; Blog Concern Performance Excellence Insight Baldridge (J Latham and J Vinyard (2008) dan Seminar Baldridge BEC  2005 Hilton Hotel.

PT Dompet Dhuafa Corpora (DD Corpora) memiliki kegiatan dibidang pendidikan dengan tujuan untuk membantu masyarakat marjinal mendapatkan akses dan kualitas pendidikan yang baik dan berkomitmen memberikan pendidikan bebas biaya dengan standar mutu unggulan. Dengan memperoleh pendidikan  berkualitas diharapkan mereka mampu memutus rantai kemiskinan.

Untuk merealisasikan tercapainya tujuan tersebut Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa diberi tugas untuk  mengelola berbagai macam kegiatan program pendidikan, baik program pendidikan formal maupun non formal. Pengelolaan berbagai macam program pendidikan sudah barang tentu  memerlukan sumberdaya manusia yang profesional dan pengorganisasian  yang baik serta dapat diukur kinerjanya sehingga dapat ditingkatkan kinerjanya secara terus menerus.

Untuk meningkatkan kinerja dan daya saingnya  Divisi Pendidikan telah menjalin kerja sama  dengan Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) berupa penerapan Malcolm Baldrige Education Criteria for Performance Excellence (MBECfPE) . Kerja sama ini dimulai dengan mengadakan pelatihan Pendalaman  Kriteria Baldrige dan Penulisan Dokumen Aplikasi kepada para pimpinan Divisi Pendidikan dan  beberapa pimpinan PT Dompet Dhuafa untuk  menjadi Champion team yang akan mengawal penerapan kriteria Baldrige supaya dilakukan secara konsisten.  Untuk selanjutnya  IQAF akan melakukan asesmen agar Divisi Pendidikan dapat memperbaiki organisasinya  berdasarkan Opportunity For Improvement yang tertuang dalam feedback report hasil assesmen.
 
Pelatihan dilakukan  tanggal 3 sd 5 Juni 2014 dengan instruktur  Ir.Priyadi selaku koordinator bidang Pendidikan IQAF  dan Ir Arief B Kamirin.
  
Dengan penerapan Kriteria Baldrige diharapkan kinerja dan daya saing Divisi Pendidikan  Dompet Dhuafa meningkat dan lebih dipercaya oleh para Donatur untuk melaksanakan amanah yang mulia yaitu  memberikan pendidikan bebas biaya dengan standar mutu unggulan untuk memutus rantai kemiskinan kaum marjinal.

Dalam rangka mensosialisasikan kriteria Baldrige th 2013-2014, IQA Foundation telah mengadakan Publik training Pendalaman Interpretasi Kriteria Mlcolm Baldrige 2014 Angkatan I. Training di selenggarakan di Hotel Golden Flower, Jl Afrika 15-17, Bandung pada tgl 3 sd 5 Maret 2014.

Peserta pelatihan terdiri dari 13 wakil Perusahaan baik Perusahaan Swasta, BUMN dan Anak perusahaan sbb:: Bakrie Sumatra Plantation Tbk, Chandra Asri Petrochemical Tbk, Citra Panji Manunggal, Indo Pusa Berau, Jalan Lingkar Luar Jakarta, Jasa Marga Persero Tbk, Krakatau Engineering, Krakatau Industrial Estate, Perhutani Divisi regional Jabar& Banten, Perkebunan Nusantara III, Rekayasa Industri, Perkebunan Nusantara IV, Styrindo Mono Indonesia .

Dengan sangat beragamnya peserta training ini maka terjadi pertukaran informasi dan pembelajaran bersama dalam diskusi penyelesaian studi kasus yang sangat bermanfaat dalam penerapan kriteria Kinerja Malcolm Baldrige ditempat tugas masing masing. Pelatihan ini juga diikuti oleh peserta dari PTPN III yang telah mencapai band score “Emerging industri leader“ dengan tujuan untuk mempelajari perubahan Kriteria th 2013-2014 dibandingkan Kriteria th 2012 sehingga perusahaan dapat terus mengikuti perkembangan kriteria sesuai dengan perubahan persaingan global. Bertindak selaku instruktur adalah tenaga expert IQA Foundation yaitu Tumpal Siregar, Sutarman dan Priyadi yang merupakan tenaga praktisi yang telah berpengalaman di perusahaan besar.  

Perusahaan yang kosisten melakukan pengukuran dengan cara mengimplementasikan Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence, mengakui dan merasakan betapa ampuhnya nya metode ini dalam membangun memperbaiki dan mendorong kinerja perusahaan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. "Tidak ada keraguan bahwa MBCfPE ini adalah sebagai alat praktek manajemen global yang effektif untuk meningkatkan kinerja perusahaan"; bagi mereka!.

Aplikasi MBCfPE disatu organisasi belum tentu sama outputnya, karena criteria in akan masuk pada roses proses yang ada diorganisasi tersebut dimana proses proses dari satu organisasi tidak atau belum tentu sama adanya.

Contohnya, di Astra Daihatsu Motor menerapkan metode MBCfPE telah membuka horison ADM pada masalah kualiti manajemen dan spirit mbcfpe akan selalu mengilhami secara sistimaticali meningkatkan managementnya, sistem dan operasinya menuju perusahaan yang ekselen. Metode ini juga membuat ADM mampu membuat / menciptakan fomula sbagai dasar dalam menyelaraskan sistem-sistem yang ada resources yang ada di dalam perusahaan dan dengan demikian dapat membuat pendekatan yang komprehensif utnuk mencapai performance yang ekselen.

"Indonesian Quality Award (IQA) has opened up our horizon on quality management and its spirit will always inspire our organization to systimatically improve our management, system and operation toward an excellent performance enterprise. Malcolm Baldridge will enable us to formulate the foundation in aligning the existing systems and resources within our organization and as such to make comprehensive approach for achieving excellence performance". Sudirman MR.

Secara umum perusahaan yang menggunakan MBCfPE terlihat dan terasa terkelola dan dikelola oleh manajemen yang proffesional, terbuka dan sangat transparan. Suasana kerja yang beraura positif seolah berlomba dan terpacu untuk meningkatkan kapasitas masing-masing agar dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik cepat dan effisien.

Kriteria MBCfPE ini bekerja secara sistimatis dan otomatis dalam mengawal dan memonitor semua performance proses-proses yang ada diperusahaan secara real time, sehingga membuat kerja manajemen lebih mudah dan lebih effisien dan banyak menghemat waktu. Dengan demikian para pimpinan top perusahaan mempunyai banyak kesempatan untuk memikirkan hal- hal yang lebih strategis bagi perkembangan perusahaan.

Walau MBCfPE telah banyak terbuktikan sebagai alat ampuh meningkatkan kinerja perusahaan secara effektif dan efisien, ternyata "menjual" MBCfPE ini ternyata tidaklah gampang. Berbagai alasan mengapa perusahaan belum mau mengimplementasikan metode ini. Entah karena tidak percaya atau belum perlu dan lain-lain alasan. Sungguh sangat disayangkan !

Namun perusahaan yang sudah merasakan manfaatnya dan mereka justru mengikuti assesment menggunakan MBCfPE yang dilaksanakan oleh IQA Foundation lebih bersemangat dan fokus karena dengan assesment ini perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan bisa dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan terhindar dari cara- cara perbaikan yang dilakukan secara intiusi atau menduga duga!.-

Sumber: Dari beberapa sumber.

Friday, 23 November 2012 00:00

Emerging Industry Leader

INDONESIAN QUALITY AWARD VIII 2012

PT Perkebunan Nusantara III PT Astra Daihatsu Motor PT Petrokimia Gresik PT Pembangkitan Jawa Bali 

Pengukuran Kinerja Ekselen pada IQA Award menggunakan metode Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence. Hasil-nya berupa Score dan Feedback Report, Score digunakan untuk mengetahui posisi perusahaan di dunia industrinya, sedangkan Feedback Report digunakan sebagai rujukan perbaikan kinerja ke depan.

Feedback Report hasil dari assesmen team eximiner IQAF sangat kredible dan dijadikan rujukan perbaikan perusahaan kedepan. testimoni: PT Astra Daihatsu Motor, PT Pembangkit Jawa Bali,PT Perkebunan Nusantara 3, PT Krakatau Steel.

keterangan photo : 1. PT Angkasa Pura I. 2 PT Geo Dipa Energy 3. Rumah Sakit Tarakan 4.PT Jalan Tol Lingkar Luar. 5. Rumah Sakit Krakatau Steel. 6. PT Aneka Tambang 7. Melani Petria. 8. Paduan Suara PT JASINDO. 9. Panitia

Wednesday, 12 December 2012 00:00

Komitment Menuju Performa Prima

UNSOED Gelar Malcom Baldrige Education In House Training

World Class Civic University yang telah dicanangkan UNSOED hanya dapat terwujud dengan kerja keras, terarah, dan kontinu. Salah satunya adalah dengan kriteria kinerja yang terukur dan berdaya saing. Untuk itu, Senin (10/12) UNSOED selenggarakan In House Training Pendalaman Interpretasi Malcolm Baldgride Education Criteria for Performance Excellence.

Acara yang menghadirkan jajaran pimpinan universitas maupun fakultas ini dibuka oleh Pembantu Rektor IV UNSOED, Ir. Budi Rustomo, M.Rur.Sc.,Ph.D. Sebagi instruktur dalam kegiatan ini adalah Tumpal Siregar, MBA dan Ir. Suratman, MAP dari Indonesian Quality Award Foundation. Acara ini dibagi menjadi dua yaitu executive awareness untuk jajaran pimpinan UNSOED dan yang kedua Training untuk University Champion Team yang terdiri dari 40 orang peserta yang dilaksanakan hingga Tanggal 14 Desember 2012. Demikian disampaikan Ketua Panitia, Dr. Suprayogi

Malcolm Baldrige kriteria untuk kinerja ekselen adalah ukuran-ukuran (kriteria) yang digunakan untuk menilai kinerja suatu lembaga atau organisasi kerja berdasarkan “Malcolm Baldrigr Criteria for Performence Exellence” yang meliputi aspek kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pelanggan, pengukuran, analisa dan manajemen pengetahuan, fokus tenaga kerja, fokus operasi, dan hasil-hasil. Kriteria ini sangat relevan diterapkan dalam bidang pendidikan sehingga Ditjen Dikti Kemendikbud telah melaksanakan sosialisasi metode ini.

sumber: unsoed.ac.id

Penyegaran Team Leader dan Wakil Team Leader Examiner IQA 2011

"Mengingat pertumbuhan kuantitas dan kualitas Aplikan (calon peserta) di level Good Performance dan di level Emerging Industry Leader (EIL) yang bertambah maka kualitas kapabilitas dan integritas eximiner yang akan bertugas pada IQA award mendatang mau tidak mau harus terus ditingkatkan, hal ini juga demi menjaga kredibilitas IQA Foundation sebagai institusi penyelenggara National Quality Award yang dipercaya", kata Bacelius Ruru sebagai Ketua dewan Pendiri IQA Foundation dalam sambutan pembukaan dihadapan 42 examiner pada acara workshop penyegaran Eximiner yang diadakan dari tanggal 22 -23 Juli dihotel Santika Jakarta .

Dimana ditempat yang sama pada tanggal 18-19 Juli 2011 diadakan workshop penyegaran bagi calon Team Leader dan Wakil Team leader Examiner yang diikuti oleh 24 peserta. Adapun materi pada dua acara penyegaran tersebut disampaikan oleh Bapak Winarta Tumpal Siregar dan Abdul Halim.

Tugas eximiner bukan ansich pada score tapi menemukan dan menggali kekuatan kekuatan yang ada pada aplikan diungkapkan sebagai umpan balik yang dimuat dalam satu dokumen atau feedback dimana isinya berupa OFI OFI yang beneficial untuk dijadikan acuan perbaikan kinerja dimasa datang. Dan Menjadi Examiner pada aplikant yang sudah berada di levelGood Performance atau Emerging Industrial leadetr adalah bukan hal gampang , bukan saja hanya pengalaman atau jam terbang tapi juga harus mempunyai daya tahan dan integritas tinggi bertanggung jawab penuh dan menjunjung tinggi nilai nilai profesionalitas sebagai Baldridge Eximiner. Selamat dan Salut.

Thursday, 24 May 2012 00:00

Audiensi ke Wakil Menteri BUMN RI

Pengurus IQA Foundation (IQAF) mengadakan kujungan ke Kantor Wakil Menteri Negara BUMN M Yassin untuk beraudiensi, dan mengenalkan Ketua Umum IQAF periode 2012-2015 Dr. Orie Andari Sutadji, MBA pada hari Jumat 29 Juni 2012. Ketua Umum IQAF Orie A Sutadji yang didampingi Ketua Pembina Bacelius Ruru dan Anggota Pembina Zaenal Soedjais, Rudjito, Ricky SP Siahaan, dan Lina Herlina melaporkan langsung Kinerja serta Program Kerja IQAF Tahun 2012.

Pada kesempatan itu Bapak Wakil Menteri BUMN mengungkapkan asesmen menggunakan metode yang berbasiskan Malcolm Baldridge Criteria dilingkungan BUMN akan lebih baik jika dilakukan oleh organisasi yang independen agar fairness dan akuntabilitas nya dapat terjamin.

Wednesday, 11 May 2011 00:00

Training Examiner

Indonesian Quatiy Award Training Examiner, Batam 

Sebagai usaha dari Indonesian Quality Award Foundation menyiapkan tenaga examiner untuk IQA Award 2011, maka diadakan Training Peningkatan Kapabilitas para Examiner, yang dilaksanakan di Batam dari tanggal 25 sampai dengan 29 April 2011.

Pada saat yang hampir bersamaan, di tempat yang sama, diadakan juga Training Pendalaman Interpretasi Malcolm Baldrige Criteria untuk kalangan Perguruan Tinggi.

Page 5 of 6
 

Kontak

Sekretariat IQA Foundation
Jl. Radio IV. No.5, Keramat Pela, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - 12130
Tel: (6221) 7264135, 726 4280,