from OFI to AFI

 Sebagai tanggung jawab, untuk memberikan hasil maksimal pada para peserta Awarding 2013, maka IQA Foundation di bulan Februari ini mengadakan "Aplicant  Gathering",  workshop ber"tema"kan  " Menindak lanjuti hasil assesment IQA 2013"." 

 

 

yang paling bermanfaat  dari workshop ini adalah peserta dapat memahami teknik-teknik menindak lanjuti OFI menjadi AFI  (dari Opportunity menjadi Action For Improvement).

Adapun materi worshop "from OFI to AFI ini terbagi dalam 4 pokok penting sbb:

1. Bagaimana perusahaan memahami OFI yang ada dalam  dokument feedback report.

Setiap OFI yang ada dalam feedback report menunjukan adanya persoalan sistem, atau indikasi adanya persoalan dalam sistem pada area- area yang disasar dan diangkat oleh eximiner sebagai suatu hal yang perlu untuk diperhatikan  dan di tindak lanjuti.

Dalam kontek untuk menggali masalah apa yang terjadi dalam Proses (kat 1-6), maka pertanyaan yang bernuansakan  ADLI dipergunakan untuk mengetahui bagaimana kualitas Proses tersebut.

Dicontohkan bila dalam Proses "Kepemimpinan" ditemukan permasalahlan maka umumnya ini disebabkan masalah "Sistimatisi Approach" yang perlu dianalisa ulang, selain kualitas "kebijakan" itu sendiri yang perlu dievaluasi kembali apakah sudah dilaksanakan dengan cara cara yang ekselen dan bisa dipertanggung jawabkan.

Kalau permasalahan terletak pada masalah "Deployment" maka yang dibutuhkan adalah "Enforcement" dan ini memerlukan campur tangan yang dalam dari para pemimpin perushaan.

Apabila diindikasikan adanya masalah dalam "Learning", maka yang dibutuhkan adalah "Evaluasi" terhadap proses yang sedang berjalan dan untuk ini maka hal yang sangat kritis adalah dokomentasi dan data yang harus bisa diakses secara mudah dan akurat agar mudah disimpulkan menjadi suatu hal baru  yang baru untuk diimplementasikan kemudian. 

Untuk masalah "Intergrasi" maka yang sangat perlu diperhatikan adalah masalah "Konsistensi dan Harmonisasi" atas semua aturan yang sudah ditetapkkan dan tanggung jawab seluruh jajaran melihat organisasi itu merupakan kesatuan.

 2. Bagaimana memahami Esensi Kinerja Ekselen 

  • Persyaratan Proses dan Kinerja penting Hasil Proses.
  • Kinerja penting diukur dan dikendalikan secara konsisten
  • Performansinya lebih dari pembanding.

3. Menindaklanjuti OFI pada tema utama "KEY THEMES"

 

4. Menindaklanjuti OFI pada "ITEM"

 

Worksop ini dibuka oleh oleh Bacelius Ruru sebagai Ketua Dewan Pembina IQAF dengan memberikan gambaran pentingnya membangun kinerja ekselen perusahaan dalam memasuki AEC 2015 dan APEC 2030 dan  mengupas sejarah  budaya "kompetisi" di Indonesia yang terbangun dari hadirnya VOC/ Belanda di Indonesia sejak awal ke 16 .
 
Adapun materi "From OFI to AFI" adalah hasil yang disusun oleh Team Teknis IQAF yang diketuai oleh Winartha dan Tumpal Siregar atas kajian dan pengalaman yang didapat selama ini.

Workshop " From OFI to AFI "  ini sangatlah strategis dan sangat membantu para peserta IQA Award 2013 untuk bisa lebih pasti lagi dalam membuat rencana aksi aksi tindak lanjuti OFI, sehingga diharapkan peningkatan kinerja menjadi lebih cepat dan effisien.


Jakarta februari 2014. fts

 

IQA Foundation

logo-iqafIndonesia Quality Award (IQA) adalah bentuk penghargaan terhadap penilaian kinerja ekselen berbasiskan "Kriteria Baldrige". Kriteria ini yang dalam kegiatan IQA diberi istilah Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE)

Website: IndonesianQualityAward.com

 

Kontak

Sekretariat IQA Foundation
Jl. Radio IV. No.5, Keramat Pela, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - 12130
Tel: (6221) 7264135, 726 4280,